Get Adobe Flash player
Tanya tentang MP
Nama :
Email :
Hal :
Isi :
Berapa jumlah mata manusia normal

MP-Makassar

PPS Betako Merpati Putih Menduniakan Ilmu Getaran

PPS Betako Merpati Putih Menduniakan Ilmu Getaran

alt
Dec 25th, 2008 | By admin | Category: Traditional Ethnic Visited 5623 times

Salah besar jika kita selalu berpandangan bahwa orang belajar bela diri, lebih dikarenakan alasan menjaga keselamatan. Bagi masyarakat, ada hal lebih besar yang ingin diperolehnya dalam mempelajari beladiri, selain sekadar mendapatkan kemampuan bertarung. Saat ini, belajar bela diri justru lebih pada keinginan hidup sehat dan menjalin persaudaraan.

Dalam kehidupan zaman kuno, orang belajar bela diri karena memang kondisi sosial dan alam membutuhkan manusia mempunyai kemampuan bertarung secara fisik. Bahkan status sosial seseorang juga tak lepas dari kekuatan fisik. Semakin seseorang jago berkelahi atau sakti, maka orang itu akan makin mendapat posisi yang tinggi di masyarakat.

Tapi kalau model itu diterapkan sekarang kondisinya justru akan berbalik 180 derajat. Orang yang hanya mengandalkan kekuatan fisik, justru menjadi bahan tertawaan orang lain. Kemagkap Wakil Ketua Merpati Putih, Bambang Rus Effendi. Bahkan mereka sanggup melakukan pedeteksian radiasi nuklir. ”Ini telah dikaji di BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) dan hasilnya sangat memuaskan.”

Pengembangan metode getaran ini jelas sangat berguna bagi tuna netra. Meski tidak bisa melihat, namun melalui latihan getaran tuna netra pun akan mampu membedakan dan mengidentifikasi bentuk, warna, tekstur, arah, kecepatan, volume, dan komposisi berbagai objek.

Kesadaran akan besarnya manfaat metode getaran ini bagi tuna netra mendorong perguruan ini pada 1995 mendirikan Yayasan Destarata. Keberadaan yayasan ini dimaksudkan untuk membuat dan melaksanakan program pembinaan bagi tuna netra. ”Khusus tuna netra, ada metode tersendiri, sehingga mereka hanya butuh waktu 1 tahun untuk menguasai energi getaran,” tandas Bambang.

Dalam perkembangannya, terdapat kurang lebih 3000 orang tunanetra di Indonesia yang telah berlatih Ilmu Getaran Merpati Putih. Manfaatnya, sekarang mereka sudah bisa hidup secara mandiri.

Tidak ada unsur magic dalam pengembangan Merpati Putih. Menurut Bambang, pada dasarnya dalam tubuh manusia terdapat energi yang besar. Namun energi ini tidak bisa dikendalikan, sehingga hanya muncul pada saat tertentu saja.

”Misalnya waktu kita dikejar anjing, terkadang kita bisa melompati pagar yang tinggi. Padahal kalau saat normal mungkin kita tidak bisa melakukannya,” jelas Bambang. Ini menunjukkan dalam diri manusia itu sebenarnya terdapat energi yang besar. Sayangnya energi ini muncul dalam kondisi tertentu saja.

Merpati Putih kemudian menjabarkannya dalam proses latihan-latihan. Dari sini energi yang besar itu bisa dikendalikan dan bisa dimunculkan sewaktu-waktu. ”Awalnya, energi itu muncul dalam bentuk energi kasar, yang bisa digunakan untuk melakukan pematahan benda-benda keras.

Seperti batu kali, kikir, balok, dan sebagainya” kata Bambang. Sedang dalam proses deteksi getaran, energi kasar dari dalam tubuh ini justru diperhalus dan disalurkan ke otak. Dari proses ini energi ini kemudian dilepaskan lagi untuk mendeteksi keberadaan benda yang ada disekelilingnya.

Keberhasilan Merpati Putih dalam mengembangkan metode getaran, memukau banyak negara tetangga. Singapura telah mengirim beberapa tuna netra untuk mendalaminya. Hal yang tak kalah pentingnya adalah Merpati Putih juga bisa dikembangkan untuk pengobatan dan kebugaran. Ilmu pengobatan Merpati Putih juga mampu mengobati sejumlah penyakit.

”Pernafasan yang kita kembangkan akan bisa digunakan untuk mengobati diabetes, asma, maupun jantung. Lewat proses latihan yang intensif, penyakit-penyakit itu Insyaallah bisa disembuhkan,” jelasnya. Pengidap penyakit dalam, seperti kanker, juga bisa disembuhkan tapi prosesnya melalui tehnik getaran.

Keberadaan Merpati Putih, telah memberikan warna baru dalam dunia beladiri Indonesia. Keberhasilan mereka dalam mengembangkan tenaga dalam, ternyata bisa memberikan manfaat yang besar bagi pengobatan maupun kepentingan para tunanetra.

Nama bangsa Indonesia juga beberapakali diharumkam para pesilat dari Merpati Putih. Saat ini atlet-atlet silat Indonesia, juga banyak yang dilahirkan dari Merpati Putih. Bahkan mereka tercatat sebagai pemegang rekor Museum Record Indonesia (MURI), saat 11 orang pesilatnya melakukan aksi tutup mata dari Istana Bogor hingga Balaikota DKI. Aksi yang menempuh perjalanan sejauh 60 km itu bisa dilakukan secara lancar. (dwo)

Sumber : Republika online

http://silatindonesia.com/2008/12/pps-betako-merpati-putih-menduniakan-ilmu-getaran/

Last Updated (Thursday, 20 January 2011 16:58)

 

Makna Lambang IPSI

Warna Kuning : berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir dan batin
dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa

Bentuk Perisai Segi Lima : berarti bahwa IPSI berasaskan landasan idiil Pancasila, serta bertujuan
membentuk manusia Pancasila sejati

 

Sayap Garuda berwarna

Kuning berototkan merah : berarti kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan dan
dinamika, Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar + 4 lembar + 8 lembar berarti tanggal
berdirinya IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap 18 lembar, terdiri dari 17+1 berarti
IPSI dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan berssatu membangun negara

Untaian lima lingkaran : melambangkan bahwa IPSI melalui olahraga merupakan ikatan peri
kemanusiaan antara pelbagai aliran dengan memegang teguh asas kekeluargaan,
persaudaraan dan kegotong royongan

Ikatan pita berwarna merah

Putih : bahwa IPSI merupakan suatu ikatan pemersatu dari pelbagai aliran Pencak
Silat, yang menjadi hasil budaya yang kokoh karena dilandasi oleh rasa
berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia.

Gambar tangan putih

di dalam Dasar hijau : menggambarkan bahwa IPSI membantu negara dalam bidang ketahanan
nasional melalui pembinaan mental/fisik agar kader-kader IPSI berkepribadian
nasional serta berbadan sehat, kuat dan tegap.

Last Updated (Saturday, 12 March 2011 23:14)

 

Penelitian Merpati Putih

Tahun 1973

Kerjasama  dengan  Litbang Akabri Udara dan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Penelitian  mengenai  Perbandingan Latihan Metode  Merpati  Putih dengan Metode Aerobics DR. Cooper terhadap Kesegaran Jasmani.

Obyek Penelitian :
- 20 orang Taruna dilatih dengan metode DR. Cooper
- 20 Orang Taruna dilatih dengan methode Merpati Putih.

Cara Penilaian
- Sesuai  dengan  penilaian  dari    DR. Cooper yang inenilai kemampuan  aerobics yaitu  kemampuan sistem  respirasi dan  kardiovaskuler
- Aerobics  dan   Margaria,   yaitu  menilai  kemampuan  otot-otot untuk bekerja secara  anerobics
- Mengukur  Timed Vital Capacity untuk menilai  sifat  kelenturan jaringan paru-paru.

Kesimpulan

1. Kelompok  taruna  yang  dilatih  dengan  metode Merpati.  Putih yang  latihan aerobic-nya kurang, berhasil  menyamai  kelompok Taruna dengan Metode Aerobics DR. Cooper.

2. Waktu  untuk  berlari  menempuh  jarak 1600 meter serta  Timed Vital Capacity antara kedua kelompok tidak ada perbedaan.

3. Dari   peengamatan  yang telah dilakukan ini dapat diduga  bahwa metode latihan Merpati Putih tidak inenimbulkan suatu  kelainan yang bersifat merugikan / mengganggu kesehatan.

4. Kelebihan  dari  metode Merpati Putih dapat inenarnbah keinampuan

Penelitian ini dipimpin oleh Prof. DR.  Achmad Muhammad dari  Fakul-tas Kedokteran Universitas Gajah Mada Jogyakarta.

 

Tahun 1983

Kerjasama  dengan  Pusat  Jasmani  Militer  Komando  Pengembangan Pendidikan dan Latihan TNI AD. Penelitian tentang Latihan Pernafasan Merpati Putih untuk  mendapatkan daya tahan, menghimpun serta penyaluran tenaga.

Obyek Penelitian :
Prajurit TNI AD yang dilatih metode Merpati Putih selama satu tahun penuh.

Cara Penilaian
Cara penilaian diarahkan pada faktor pendukung peningkatan kemampuan jasmani, yaitu
1. Unsur Postur Tubuh
2. Unsur  Kesegaran Jasmani
3. Unsur ketangkasan

Kesimpulan

1. Latihan Pernafasan Merpati Putih perlu disebarluaskan dilingkungan TNI AD khususnya dan ABRI pada umumnya.

2. Program latihan pernafasan sangat ekonomis, efisien dan  efektif karena tidak menuntut sarana, prasarana, waktu   dan biaya yang mahal.

 

Tahun 1984

Bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Pertamina Jakarta. Penelitian tentang Manfaat latihan Merpati Putih untuk  meninggikan kesiagaan Fisik Mental.

Obyek Penelitian
- 5 Orang wanita, berumur antara 25 – 35 tahun
- 19 orang pria,   berumur antara 29 – 42 tahun

Cara Penilaian

- Kemampuan  Aerobics  dinilai dari  bilangan nadi,   sesudah  nara coba inelakukan kerja selama 6 menit dengan beban 100 W (wanita) dan  125  W (Pria) dengan mendayung  ergometer  Sepeda  Listrik (Eleina Schonander) .

- Kekuatan  statik otot,  dengan mengukur  kuat  genggam  tangan kanan dan kin  pada Dinamometer  Genggam TTK.

- Daya pernafasan, dengan mengukur kekuatan otot pernafasan

  1. MBC (kemampuan bernafas maksimum) dengan frekuensi  pernafasan 60 (wanita)    dan 50 (pria).
  2. VC (Kapasitas Vital).
  3. FEV (penghembusan nafas paksa dalam satu detik).

 

- Daya  Konsentrasi dan reaksi (Psikofisiologis) dengan 3  jenis, yaitu
a. Ukurain Kesiagaan Mental (Bourdon Wiersina)
b. Waktu Reaksi
c. Frekuensi kedip kritik (ukuran kesiagaan sentral )

Kesimpulan

1. Semua  fungsi fisiologis dan psikologis kecuali  waktu  reaksi dan frekuensi kedip kritik, inenunjukkan kenaikkan (perbaikan).

2. Hal  yang ditonjolkan sebagai suatu ciri khas latihan  Merpati Putih,   ialah latihan-latihan kerutan otot  secara  isometrik, yang  di harapkan akan menaikkan kekuatan otot.  Agaknya  dapat dibuktikan  dari  perbaikaan MBC (kemampuan bernafas  Maksimum), VC (Kapasitas Vital) dan FEV (Penghernbusan nafas paksa dalam 1 detik),  disamping penambahan kekuatan genggam tangan.

 

Tahun 1985

Bekerjasa sama dengan Batalyon Infantri 203/Arya Kamuning.

Obyek Penelitian

Seluruh  anggota  Batalyon  Infantri  203/Arya  Kamuning  dilatih dengan menggunakan metode  Merpati Putih selama 5 bulan, dengan frekuensi latihan  3 kali seminggu @ 90 menit.

Kesimpulan

1. Kemampuan kesegaran jasmani meningkat

2. Kemampuan  ketrampilan  perorangan  ikut  meningkat,   terbukti Prestasi  Yon If. 203 dalam lomba serangan batalyon  Seluruh Indonesia (1985) berhasil keluar sebagai juara Pertaina  dengan mencatat waktu lebih cepat dari  yang ditetapkan.

 

Tahun 1987

Bekerjasama  dengan  Yayasan Jantung Sehat dan  Rumah  Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta. Penelitian dipimpin oleh Dr. Dede Kuswara

Obyek Penelitian
- 2 Orang Tingkat Dasar Dua dengan usia 60 tahun keatas
- 2 Orang Tingkat Balik Satu dengan usia 40 – 55 tahun
- 2 Orang Tingkat Balik Dua dengan usia 30 – 40 tahun

Obyek  coba diminta untuk mengadakan latihan Merpati Putih  selama 60 (enampuluh) menit, kemudian diteliti tingkat kesegaran jasmani dan pemulihan kembali pada kondisi fisik semula.

Kesimpulan
1. Tingkat kesegaran dinyatakan baik dan meningkat
2. Pemulihan kondisi fisik ke keadaan semula relatif cepat.

 

Tahun 1990 – Sekarang

Bekerjasaina dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan ISTN  Jakarta. Sampai saat mi masih diteliti tentang Explosive Power.

 

http://merpatiputih.lk.ipb.ac.id/penelitian-merpati-putih/

Last Updated (Monday, 14 March 2011 22:31)

 
Info Hot
  • Pelatihan Website tingkat operator dan administrator akan dilaksanakan dalam bulan November 2010
  • PPS Betako Merpati Putih cabang makassar akan melaksanakan peresmian website di bulan November 2010.
  • Ujian Kenaikan Tingkat (UKT Periode ke-2 2010) telah dilaksanakan, dan akan dilanjutkan dengan acara pelantikan kenaikan tingkat (Pembajaan Diri) pada tanggal 20 November 2010
  • Info tentang hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan Merpati Putih
Cabang
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
Nasional
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
UKT
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar
  • MP-Makassar